Pages

Kamis, 27 November 2014

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.
Kata ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία (dēmokratía) "kekuasaan rakyat",[1] yang terbentuk dari δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (kratos) "kekuatan" atau "kekuasaan" pada abad ke-5 SM untuk menyebut sistem politik negara-kota Yunani, salah satunya Athena; kata ini merupakan antonim dari ἀριστοκρατία (aristocratie) "kekuasaan elit". Secara teoretis, kedua definisi tersebut saling bertentangan, namun kenyataannya sudah tidak jelas lagi.[2] Sistem politik Athena Klasik, misalnya, memberikan kewarganegaraan demokratis kepada pria elit yang bebas dan tidak menyertakan budak dan wanita dalam partisipasi politik. Di semua pemerintahan demokrasi sepanjang sejarah kuno dan modern, kewarganegaraan demokratis tetap ditempati kaum elit sampai semua penduduk dewasa di sebagian besar negara demokrasi modern benar-benar bebas setelah perjuangan gerakan hak suara pada abad ke-19 dan 20. Kata demokrasi (democracy) sendiri sudah ada sejak abad ke-16 dan berasal dari bahasa Perancis Pertengahan dan Latin Pertengahan lama.
Suatu pemerintahan demokratis berbeda dengan bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang satu orang, seperti monarki, atau sekelompok kecil, seperti oligarki. Apapun itu, perbedaan-perbedaan yang berasal dari filosofi Yunani ini[3] sekarang tampak ambigu karena beberapa pemerintahan kontemporer mencampur aduk elemen-elemen demokrasi, oligarki, dan monarki. Karl Popper mendefinisikan demokrasi sebagai sesuatu yang berbeda dengan kediktatoran atau tirani, sehingga berfokus pada kesempatan bagi rakyat untuk mengendalikan para pemimpinnya dan menggulingkan mereka tanpa perlu melakukan revolusi.[4]
Ada beberapa jenis demokrasi, tetapi hanya ada dua bentuk dasar. Keduanya menjelaskan cara seluruh rakyat menjalankan keinginannya. Bentuk demokrasi yang pertama adalah demokrasi langsung, yaitu semua warga negara berpartisipasi langsung dan aktif dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Di kebanyakan negara demokrasi modern, seluruh rakyat masih merupakan satu kekuasaan berdaulat namun kekuasaan politiknya dijalankan secara tidak langsung melalui perwakilan; ini disebut demokrasi perwakilan. Konsep demokrasi perwakilan muncul dari ide-ide dan institusi yang berkembang pada Abad Pertengahan Eropa, Era Pencerahan, dan Revolusi Amerika Serikat dan Perancis.[5]





Prof.Dr. Koesoemah Atmadja, SH.
  1. gelar diploma dari Rechtshcool (Sekolah Kehakiman) (1913)
  2. Gelar Doctor in de recht geleerheid pun diperoleh dengan disertasi yang berjudul  De Mohamedaansche Vrome Stichtingen in Indie (1922) dari Universitas Leiden, Belanda.
Kariernya sebagai :
  1. Pegawai pengadilan di Bogor 1919.
  2. hakim di Raad Van Justitie (Pengadilan Tinggi) di Belanda 
  3. Voor Zitter Landraad (Ketua Pengadilan Negeri) di Indramayu. Hakim Pengadilan Tinggi Padang, Ketua PN Semarang, dan Hakim PT Semarang.Masa Jepan Pada 1942, Ketua Tihoo Hooin (Pengadilan Negeri) di Semarang.
  4. Pemimpin Kehakiman Jawa Tengah (1944)
  5. Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI pada tanggal 29 April 1945 
  6. Ditugaskan membentuk lembaga peradilan Indonesia tertinggi yaitu MA Republik Indonesia pada tahun 1950.
  7. Ketua MA Republik Indonesia dari tahun 1950 - 1952)
  8. Memindahkan Kantor MA ke Jakarta dari  Yogyakarta.
  9. Menolak memimpin Negara boneka bentukan Belanda Negara Pasundan pada tahun 1947.
  10. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada dan Guru Besar Sekolah Tinggi Kepolisian.

 Lahir : Bandung , 29 Maret 1921
 Wafat : Riung Gunung,
6-10-66 (usia 45 tahun) di makamkan TMP Kalibata

Laksamana Laut R.E.Martadinata 

Pendidikan
HIS di Lahat 1934,MULO di Bandung 1938
AMS di Jakarta 1941 dan SPT 1944

Pada zaman pendudukan Jepang ia bekerja sebagai aspiran (calon) atau penerjemah di sekolah tinggi pelayaran Semarang.
Saat PPKI membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian disahkan Presiden Soekarno pada 23 Agustus 1945, ia juga turut membentuk BKR Laut Jawa Barat
SK Pres: 220 Tahun 1966 7-10-1966


Lahir di Bandung, 4-12-1884  wafat di  Cineam,Tasikmalaya, 11-September 1947


Raden Dewi Sartika
Beliau adalah putri kedua dari lima bersaudara dari kalangan bangsawan Sunda. Ayahnya bernama Raden Rangga Somanagara, Patih Bandung. Sedangkan Ibunya adalah Raden Ayu Rajapermas, putri Bupati Bandung Raden Adipati Wiranatakusumah IV (1846-1876).
  • Membuka Sakola Isteri pada 16 Januari 1904
  • Pada 1910 kemudian diganti menjadi Sakola Kautamaan Isteri 
  • pada 1914 diganti menjadi Sakola Raden Dewi. Di sekolah khusus wanita ini, murid-muridnya mendapat pelajaran keterampilan wanita selain pelajaran umum. Disini juga diajarkan pelajaran agama Islam, yang tidak diajarkan di sekolah-sekolah bergaya Barat. 
Sk Pres: 252Tahun 1966 1-2-1966


lahir di Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya pada tahun 1899 dari pasangan Nawapi dan Ny. Ratmah
Nama kecil : Umri
berganti nama menjadi Hudaemi

SK Pres: 064/TK/1972 bertanggal 6-11-1972

K.H. Zainal Moestafa
di Sekolah Rakyat, ia belajar agama  berbagai pesantren di Jawa Barat yang membuatnya memiliki pengetahuan agama yang luas dan mahir berbahasa Arab.Seperti
  • Pesantren Gunung Pari selama 7 tahun,
  • Pesantren Cilenga, Singaparna selama 3 tahun, Pesantren Sukaraja, Garut selama 3 tahun,Pesantren Sukamiskin, Bandung selama 3 tahun,     dan Pesantren Jamanis selama 1 tahun
  • Mendirikan pesantren Sukamanah, bertempat di Kampung Cikembang Girang Desa Cimerah (sekarang Kampung Sukamanah Desa Sukarapih), Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya. Nama Sukamanah merupakan nama pemberian dari orang yang mewakafkan tanah pesantren tersebut. (1927)
  •  bergabung Nahdhatul Ulama (NU), dan diangkat sebagai wakil ro’is Syuriah NU Cabang Tasikmalaya.(1933)
  • Ia juga menolak melakukan seikerei, yaitu memberi hormat kepada kaisar Jepang dengan membungkukkan diri 90 derajat (seperti ruku dalam shalat) kearah matahari terbit. Perbuatan tersebut dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.
  • Beliau dieksekusi pada 25 Oktober 1944 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Belanda Ancol, Jakarta.( Kepala Erevele Belanda Ancol, Jakarta)
  • Pada 25 Agustus 1973, semua makam  dipindahkan ke Sukamanah, Tasikmalaya.


Lahir di desa Bojongsoang, Dayeuhkolot, Bandung Kidul
 31 Maret 1897 
Ayahnya bernama R. Nataatmaja, yang berganti nama menjadi R.H. Adam Rakhmat setelah pulang dari ibadah haji dan ibunya bernama Siti Hadijah. Sedangkan diantara saudaranya bernama R. Ating Atma di Nata yang pernah menjadi Walikota Bandung (1945)  dan R. Pandu Prawira di Nata.

julukan "Si Jalak Harupat" yang bermakna seperti ayam jago yang tidak pernah kalah bila diadu

korban penculikan pada 10 Desember 1945 oleh para pemuda yang mengaku dari Laskar Hitam, dan dibunuh pada 20 Desember 1945 di daerah Mauk, Tangerang.

R. Otto Iskandardinata
Pendidikan :
  • HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Karang Pamulang Bandung, sekolah dasar yang berbahasa pengantar bahasa Belanda.
  • Sekolah guru bagian pertama (HIK) di Bandung.
  • Sekolah guru atas HKS (Hogere Kweekschool) di Purworejo, Jawa Tengah. Lulus juli 1920
    Bekerja :
  • guru HIS di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah.
  • mengajar di HIS Volksonderwijs (Perguruan Rakyat)di Bandun.(Juni 1921)
  • dipindahkan lagi ke HIS Pekalongan, Jawa Tengah.(Austus 1924)
  • dipindahkan ke Batavia (Jakarta) dan ditempatkan di HIS Muhammadiyah. (Agustus 1928)
  • berhenti menjadi guru, karena lebih tertarik dengan kegiatan sosial-politik.(1932)
  • Angota organisasi Budi Utomo di Saat tinggal di Banjarnegara
  • Wakil ketua Budi Utomo Cab. Bandung
  • Wakil ketua pengurus Cabang Pekalongan.
  • Anggota Gemeenteraad (Dewan Kota) Pekalongan mewakili Budi Utomo.
  • mengajar di HIS Muhammadiyah di Jakarta
  • Sekretaris di Pengurus Pusat (Hoofdbestuur) Paguyuban Pasundan.
  • Kemudian dalam Kongres PP pada Desember 1929 di Bandung Oto terpilih menjadi ketua pengurus besar Paguyugan Pasundan.
  • Anggota Volksraad (parlemen) sebagai wakil dari Paguyuban Pasundan.
  • Ikut dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdékaan Indonésia (BPUPKI) dan  Panitia Persiapan Kemerdékaan Indonésia (PPKI).
  • mengusulkan agar Bung Karno dan Bung Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia
  • Menteri Negara dalam bidang keamanan dalam kabinet pertama RI.
SK Pres: 088/TK/1973 bertanggal 6-11-1973


lahir  30 Mei 1899 di Ciamis,  Jawa Barat. Wafat :  27 September 1971
Ayahnya bernama Raden Wiramantri, seorang Kepala Sekolah Rendah di Ciamis yang kemudian menjadi penilik sekolah (School Opziener). aktif di Indische Vereeniging, organisasi yang kemudian berubah menjadi Indonesische Vereeniging, dan berubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia.menjadi ketua 1923-1924.Bertugas dari organisasi ke Rusia untuk mempelajari program Front Persatuan (Eenheidsfront), yaitu bagaimana merapatkan barisan secara internasional melawan penjajahan.Dan di Rusia sempat menulis sebuah buku tentang petani di Indonesia, berjudul The Peasant Movement in Indonesia.
Prof. Mr. Iwa Kusuma Sumantri
bersekolah : erste Klasse School (Sekolah Kelas Satu) pada 1910 di Ciamis, 
  • HIS (Hollandsch Inlandsche School),
  • OSVIA (Opleidingschool Voor Inlandsche Ambtenaren) (setahun , 1915),
  • sekolah menengah hukum (Recht School) di Batavia
  • Fakultas Hukum Universitas Leiden, Belanda (1922) tamat 1925
  • bekerja di kantor pengadilan negeri di Bandung, Surabaya, serta Jakarta.
Pada 1929 Iwa ditangkap dan dipenjara selama setahun, dibuang ke Banda Neira, Maluku selama sepuluh tahun karena dianggap memiliki afiliasi dengan Moscow dan Komintern. dipindahkan ke Makasar pada 1941. Selama di Banda Neira, Iwa mempelajari bahasa Arab dan memperdalam ilmu agama Islam dan menulis buku berjudul Nabi Muhammad dan Empat Khalifah.Pernah menjadi :
  • Pembantu Wali Kota Makassar 
  • Kepala Pengadilan Makassar. 
  • Advocat bersama  Mr A.A. Maramis. 
  • Membantu kantor Riset Kaigun (Angkatan Laut Jepang) cabang Jakarta (Ketua)
  • Mengajar Hukum Internasional kepada para pemuda di Asrama Indonesia Merdeka.
  • Anggota Panitia persiapan Kemerdekaan Indonesia.
  • Mentri Sosial dan Perburuhan.
  • Menteri Pertahanan pada masa Kabinet Ali Wongso-Arifin pada 1953 -1955
  • Aktif di Badan Musyawarah Sunda. 
  • Menteri Negara sampai tahun 1966. 
Rektor pertama Unpad  SK pres : 073/TK/2002 bertanggal 6 – 11 – 2002

lahir di Bandung,  Jawa Barat,25 Mei 1907 meninggal di Jakarta,  4 Januari 1986 pada umur 78 tahun)
Maskoen Soemadiredja
Ia adalah putra dari Raden Umar Soemadiredja dan Nyi Raden Umi
Sejak tahun 1927, sudah aktif dalam pergerakan politik untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia.karena itu ia bergabung dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Maskoen memegang jabatan sebagai komisaris merangkap sebagai sekretaris II PNI cabang Bandung. Ia sering melakukan propaganda dengan menyebarkan prinsip-prinsip nasionalisme dan menggugah semangat rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan.

SK Pres: 089/TK/TH 2004 bertanggal 5-11-2004

Lahir : Sumedang Jawa Barat, 25 Desember 1898
Wafat : Bandung, 4 Oktober 1968 (usia 69 tahun)
di makamkan di TPU SIRNARAGA 
Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Gatot Mangkoepradja dan para pemimpin PNI lainnya Karena konsep revolusi Indonesia (24-12-1929). Dan ditangkap di Yogyakarta. (23-12-1929) bersama-sama dengan Ir. Soekarno.dibawa ke Bandung dan dijebloskan ke Penjara Banceuy
Gatot Mangkoepradja
Hidup : 1896 – 1968
  • Dan dihadapkan ke Landraad Bandung bersama-sama dengan Ir. Soekarno, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata. Mereka dijerat dengan tuduhan Pasal 169 bis dan 153 bis Wetboek van Strafrecht (KUHP-nya zaman kolonial). Mereka diadili dengan Hakim Ketua: Mr. Siegenbeek van Heukelom dengan Jaksa Penuntut: R. Soemadisoerja. Peristiwa ini dikenal dengan nama Indonesia Menggugat.(18-08-1930)
  • Bergabung dengan Perhimpunan Indonesia (PI). Ketika (PNI) berdiri di Bandung (4-7-1927),Bergabung dengan Partindo (25-04-1931) tak lama keluar karena merasa kecewa dengan Soekarno
  • Bergabung dengan PNI-Baru pimpinan Hatta.
  • Menjalankan Gerakan 3 A yaitu Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia. (masa Jepan)
  • Mengusulkan kepada Jepang untuk membentuk Tentara Pembela Tanah Air (PETA).
  • Bergabung kembali ke PNI setelah Merdeka (1948)
  • Menjadi Sekretaris Jenderal PNI (1949)  menggantikan Sabillal Rasjad yang ditarik ke BP KNIP.
  • Keluar dari PNI ( 1955)  karena kecewa bahwa anggota PNI tidak boleh turut serta dalam organisasi kedaerahan.
  • Masuk ke Partai IPKI karena partai ini berjuang untuk menyelamatkan Pancasila dari ancaman komunisme. (1965) 
 SK Pres:  089/TK/TH 2004 bertanggal 5-11-2004


Lahir : Desa ujung Malang (Sekarang Ujung Harapan) Babelan Bekasi Jabar,  15 Juli 1911
Ayahnya bernama H. Anwar bin Layu, seorang petani dan ibunya bernama Hj. Maimunah binti Tarbin.
 Belajar
1934-1940) di Mekah.
Kegiatannya

beliau yang  mengerahkan massa di Lapangan Ikada Jakarta saat diadakan Rapat Raksasa tahun (19-09-1945). Dan Ketika Agresi Milter Juli 1947 beliau Bergerilya di Jawa Barat tanpa  membawa nama TNI atau pemerintah (perintah Jend. Oerip Soemohardjo). Beliau juga yg meminta kepada rakyat Rawagede untuk membuat dan memasang ribuan bendera kecil-kecil dari kertas minyak ditempel di pohon. sehingga Tentara Belanda (NICA) melihat bendera-bendera tersebut terkejut karena ternyata RI masih eksis di wilayah kekuasaannya.
KH. Noer Ali
Nama Panggilan : Engkong Kiai
Bergelar : SINGA KARAWANG BEKASI Atau SIBELUT PUTIH
Pernah menjadi :
  • Ketua Perhimpunan Pelajar Betawi di Mekah (1937).
  • Ketua Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Cabang Babelan.
  • Ketua Lasykar Rakyat Bekasi,
  • Koordinator Kabupaten Jatinegara Tahun 1948
  • Komandan Batalyon III
  • membantu delegasi Indonesia ketika Konferensi Meja Bundar 1946-1949.
  • Ketua Panitia Amanat Rakyat Bekasi untuk bergabung ke dalam NKRI. Tahun 1950 ,
  • Ketua Masyumi Cabang Jatinegara.
  • anggota Dewan Konstituante dan tahun 1956
  • anggota Pimpinan Harian/Majelis  SyuroMasyumi Pusat.  Tahun 1957
  • Ketua Tim Perumus Konferensi Alim Ulama-Umaro se-Jawa Barat di Lembang
  • Bandung, yang kemudian melahirkan Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat. Tahun 1958
  • Ketua MUI Jawa Barat Tahun 1971-1975. Di samping itu,
  • Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren (BKSPP) Jawa Barat sejak 1972.
Mendirikan :
  • Mendirikan pesantren di Ujungmalang
  • Mendirikan serta menjadi Komandan Markas Pusat Hisbullah-Sabilillah  Bekasi
  • (MPHS) Jakarta Raya di Karawang.
  • Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam di Jakarta.(1949)
  • Mendirikan Madrasah Diniyah di Ujungmalang dan (Jan 1950)
  • mendirikan Sekolah Rakyat Indonesia (SRI) di berbagai tempat di Bekasi, hingga ke luar Jawa.
SK Press: 085/TK/TH 2006 bertanggal 3-11-2006


  Lahir di Teuk Jambe,
Krawang,Jawa Barat
23 Maret 1896
Wafat di Jakarta
15 Desember 1978
dimakamkan di Cipayung, Bogor

Ayahnya mulanya memberinya nama Teuku Abdul Manaf, sedangkan ibunya memberinya nama Achmad Soebardjo

 bersekolah di Hogere Burger School, Jakarta (SMA) 1917. Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Sarjana Hukum) di bidang undang-undang pada tahun 1933.

Prof.MR. Achmad Subardjo
Ayahnya bernama Teuku Muhammad Yusuf masih keturunan bangsawan Aceh dari Pidie. Kakek Achmad Soebardjo dari pihak ayah adalah Ulee Balang dan ulama di wilayah Lueng Putu, sedangkan Teuku Yusuf adalah pegawai pemerintahan dengan jabatan Mantri Polisi di wilayah Teluk Jambe, Kerawang Ibu Achmad Soebardjo bernama Wardinah Ia keturunan Jawa-Bugis, dan merupakan anak dari Camat di Telukagung, Cirebon.

Beliau aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui beberapa organisasi seperti Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda.Beliau pernah menjadi :
  • Wakil Indonesia bersama Mohammad Hatta dan para ahli gerakan-gerakan Indonesia pada persidangan antarbangsa "Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajah" yang pertama di Brussels dan kemudiannya di Jerman. Pada persidangan pertama itu juga ada Jawaharlal Nehru dan pemimpin-pemimpin nasionalis yang terkenal dari Asia dan Afrika.(Feb 1927).
  • Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan kemudian Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 
  • Menteri Luar Negeri pada Kabinet Presidensial, (18-08-1945) kabinet Indonesia I, 
  • Menteri Luar Negeri sekali lagi (1951 - 1952).  
  • Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland (1957 - 1961.)
Dalam bidang pendidikan, Beliau merupakan profesor dalam bidang Sejarah Perlembagaan dan Diplomasi Republik Indonesia di Fakultas Kesusasteraan, Universitas Indonesia.

SK Pres: 058/TK/TH 2009 betanggal 6-11-2009


Lahir : Majalengka, 26 Juni 1887
Wafat : 17 Mei 1962  (usia 74 tahun)

KH. Abdul Halim
pahlawan Indonesia yang berjuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga mempertahankan dari Agresi Militer Belanda. Dalam mempertahankan kemerdekaan Beliau berbasis di Gunung Ceremai untuk menghadapi Agresi Militer Belanda II dengan berperang gerilya. Ia memimpin dalam penghadangan militer Belanda di wilayah Keresidenan Cirebon.

Jabatan : Perdana Menteri masa Soekarno dan Soeharto
Anggota : rapat BPUPKI dan BPKI

SK Pres: 041/TK/TH 2008 bertanggal 6-11-2008



lahir : 
di Tasikmalaya, Jawa Barat,
 14 Januari 1911 
meninggal 
di Jakarta, 7 November 1963 
pada umur 52 tahun
dimakamkan 

di TMP Kalibata, Jakarta
SK Pres: 244 Tahun 1963 bertanggal 29 – 11 – 1963
 Ir. H. Djuanda Kartawidjaja
 Pendidikan  HIS,ELS (tamat 1924), (HBS) di Bandung,lulus 1929. 
 Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS)
 sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung, mengambil jurusan teknik sipil dan lulus tahun 1933. 
Kegiatan  aktif dalam organisasi non politik yaitu Paguyuban Pasundan dan anggota Muhamadiyah,
pimpinan sekolah Muhamadiyah.
pegawai Departemen Pekerjaan Umum propinsi Jawa Barat, Hindia Belanda sejak tahun 1939
Jabatan :
Perdana Menteri Indonesia ke-10 dari (09-04-57 s/d 09-07-59).
 Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.

Sumbangannya yang terbesar dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI atau dikenal dengan sebutan sebagai negara kepulauan dalam konvensi hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS) .
Namanya diabadikan sebagai 
nama lapangan terbang di Surabaya, Jawa Timur yaitu Bandara Djuanda  dan nama hutan raya di Bandung yaitu Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, dalam taman ini terdapat Museum dan Monumen Ir. H. Djuanda.


Selain Nama Nama Pahlawan diatas yang telah mendapat SK sebagai pahlawan Nasional Indonesia masih ada beberapa pahlawan dari Jawa Barat lainnya yang belum ditampilkan  siapa mereka ? , Klick saja tulisan diatas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar