Kamis, 27 November 2014
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan
yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan
keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga
negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam
perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.
Kata ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία (dēmokratía) "kekuasaan rakyat",[1] yang terbentuk dari δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (kratos) "kekuatan" atau "kekuasaan" pada abad ke-5 SM untuk menyebut sistem politik negara-kota Yunani, salah satunya Athena; kata ini merupakan antonim dari ἀριστοκρατία (aristocratie) "kekuasaan elit". Secara teoretis, kedua definisi tersebut saling bertentangan, namun kenyataannya sudah tidak jelas lagi.[2] Sistem politik Athena Klasik, misalnya, memberikan kewarganegaraan demokratis kepada pria elit yang bebas dan tidak menyertakan budak dan wanita dalam partisipasi politik. Di semua pemerintahan demokrasi sepanjang sejarah kuno dan modern, kewarganegaraan demokratis tetap ditempati kaum elit sampai semua penduduk dewasa di sebagian besar negara demokrasi modern benar-benar bebas setelah perjuangan gerakan hak suara pada abad ke-19 dan 20. Kata demokrasi (democracy) sendiri sudah ada sejak abad ke-16 dan berasal dari bahasa Perancis Pertengahan dan Latin Pertengahan lama.
Suatu pemerintahan demokratis berbeda dengan bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang satu orang, seperti monarki, atau sekelompok kecil, seperti oligarki. Apapun itu, perbedaan-perbedaan yang berasal dari filosofi Yunani ini[3] sekarang tampak ambigu karena beberapa pemerintahan kontemporer mencampur aduk elemen-elemen demokrasi, oligarki, dan monarki. Karl Popper mendefinisikan demokrasi sebagai sesuatu yang berbeda dengan kediktatoran atau tirani, sehingga berfokus pada kesempatan bagi rakyat untuk mengendalikan para pemimpinnya dan menggulingkan mereka tanpa perlu melakukan revolusi.[4]
Ada beberapa jenis demokrasi, tetapi hanya ada dua bentuk dasar. Keduanya menjelaskan cara seluruh rakyat menjalankan keinginannya. Bentuk demokrasi yang pertama adalah demokrasi langsung, yaitu semua warga negara berpartisipasi langsung dan aktif dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Di kebanyakan negara demokrasi modern, seluruh rakyat masih merupakan satu kekuasaan berdaulat namun kekuasaan politiknya dijalankan secara tidak langsung melalui perwakilan; ini disebut demokrasi perwakilan. Konsep demokrasi perwakilan muncul dari ide-ide dan institusi yang berkembang pada Abad Pertengahan Eropa, Era Pencerahan, dan Revolusi Amerika Serikat dan Perancis.[5]
Selain Nama Nama Pahlawan diatas yang telah mendapat SK sebagai pahlawan Nasional Indonesia masih ada beberapa pahlawan dari Jawa Barat lainnya yang belum ditampilkan siapa mereka ? , Klick saja tulisan diatas
Kata ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία (dēmokratía) "kekuasaan rakyat",[1] yang terbentuk dari δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (kratos) "kekuatan" atau "kekuasaan" pada abad ke-5 SM untuk menyebut sistem politik negara-kota Yunani, salah satunya Athena; kata ini merupakan antonim dari ἀριστοκρατία (aristocratie) "kekuasaan elit". Secara teoretis, kedua definisi tersebut saling bertentangan, namun kenyataannya sudah tidak jelas lagi.[2] Sistem politik Athena Klasik, misalnya, memberikan kewarganegaraan demokratis kepada pria elit yang bebas dan tidak menyertakan budak dan wanita dalam partisipasi politik. Di semua pemerintahan demokrasi sepanjang sejarah kuno dan modern, kewarganegaraan demokratis tetap ditempati kaum elit sampai semua penduduk dewasa di sebagian besar negara demokrasi modern benar-benar bebas setelah perjuangan gerakan hak suara pada abad ke-19 dan 20. Kata demokrasi (democracy) sendiri sudah ada sejak abad ke-16 dan berasal dari bahasa Perancis Pertengahan dan Latin Pertengahan lama.
Suatu pemerintahan demokratis berbeda dengan bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang satu orang, seperti monarki, atau sekelompok kecil, seperti oligarki. Apapun itu, perbedaan-perbedaan yang berasal dari filosofi Yunani ini[3] sekarang tampak ambigu karena beberapa pemerintahan kontemporer mencampur aduk elemen-elemen demokrasi, oligarki, dan monarki. Karl Popper mendefinisikan demokrasi sebagai sesuatu yang berbeda dengan kediktatoran atau tirani, sehingga berfokus pada kesempatan bagi rakyat untuk mengendalikan para pemimpinnya dan menggulingkan mereka tanpa perlu melakukan revolusi.[4]
Ada beberapa jenis demokrasi, tetapi hanya ada dua bentuk dasar. Keduanya menjelaskan cara seluruh rakyat menjalankan keinginannya. Bentuk demokrasi yang pertama adalah demokrasi langsung, yaitu semua warga negara berpartisipasi langsung dan aktif dalam pengambilan keputusan pemerintahan. Di kebanyakan negara demokrasi modern, seluruh rakyat masih merupakan satu kekuasaan berdaulat namun kekuasaan politiknya dijalankan secara tidak langsung melalui perwakilan; ini disebut demokrasi perwakilan. Konsep demokrasi perwakilan muncul dari ide-ide dan institusi yang berkembang pada Abad Pertengahan Eropa, Era Pencerahan, dan Revolusi Amerika Serikat dan Perancis.[5]
Prof.Dr. Koesoemah Atmadja, SH.
- gelar diploma dari Rechtshcool (Sekolah Kehakiman) (1913)
- Gelar Doctor in de recht geleerheid pun diperoleh dengan disertasi yang berjudul De Mohamedaansche Vrome Stichtingen in Indie (1922) dari Universitas Leiden, Belanda.
Kariernya sebagai :
- Pegawai pengadilan di Bogor 1919.
- hakim di Raad Van Justitie (Pengadilan Tinggi) di Belanda
- Voor Zitter Landraad (Ketua Pengadilan Negeri) di Indramayu. Hakim Pengadilan Tinggi Padang, Ketua PN Semarang, dan Hakim PT Semarang.Masa Jepan Pada 1942, Ketua Tihoo Hooin (Pengadilan Negeri) di Semarang.
- Pemimpin Kehakiman Jawa Tengah (1944)
- Anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI pada tanggal 29 April 1945
- Ditugaskan membentuk lembaga peradilan Indonesia tertinggi yaitu MA Republik Indonesia pada tahun 1950.
- Ketua MA Republik Indonesia dari tahun 1950 - 1952)
- Memindahkan Kantor MA ke Jakarta dari Yogyakarta.
- Menolak memimpin Negara boneka bentukan Belanda Negara Pasundan pada tahun 1947.
- Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada dan Guru Besar Sekolah Tinggi Kepolisian.
|
Lahir : Bandung ,
29 Maret 1921
Wafat : Riung Gunung, 6-10-66 (usia 45 tahun) di makamkan TMP Kalibata |
Laksamana Laut R.E.Martadinata
Pendidikan :
HIS di Lahat 1934,MULO di Bandung 1938
AMS di Jakarta 1941 dan SPT 1944
Pada zaman pendudukan Jepang ia bekerja sebagai aspiran (calon) atau penerjemah di sekolah tinggi pelayaran Semarang. Saat PPKI membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian disahkan Presiden Soekarno pada 23 Agustus 1945, ia juga turut membentuk BKR Laut Jawa Barat
SK Pres: 220 Tahun 1966 7-10-1966
|
Lahir di Bandung,
4-12-1884
wafat di
Cineam,Tasikmalaya,
11-September 1947
|
Raden Dewi Sartika
Beliau
adalah putri kedua dari lima bersaudara dari kalangan bangsawan Sunda.
Ayahnya bernama Raden Rangga Somanagara, Patih Bandung. Sedangkan Ibunya
adalah Raden Ayu Rajapermas, putri Bupati Bandung Raden Adipati
Wiranatakusumah IV (1846-1876).
|
lahir di Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya pada tahun 1899 dari pasangan Nawapi dan Ny. Ratmah
Nama kecil : Umri
berganti nama menjadi Hudaemi
SK Pres: 064/TK/1972 bertanggal 6-11-1972
|
K.H. Zainal Moestafa
di
Sekolah Rakyat, ia belajar agama berbagai pesantren di Jawa Barat
yang membuatnya memiliki pengetahuan agama yang luas dan mahir
berbahasa Arab.Seperti
|
Lahir di desa Bojongsoang, Dayeuhkolot, Bandung Kidul
31 Maret 1897 Ayahnya bernama R. Nataatmaja, yang berganti nama menjadi R.H. Adam Rakhmat setelah pulang dari ibadah haji dan ibunya bernama Siti Hadijah. Sedangkan diantara saudaranya bernama R. Ating Atma di Nata yang pernah menjadi Walikota Bandung (1945) dan R. Pandu Prawira di Nata. julukan "Si Jalak Harupat" yang bermakna seperti ayam jago yang tidak pernah kalah bila diadu korban penculikan pada 10 Desember 1945 oleh para pemuda yang mengaku dari Laskar Hitam, dan dibunuh pada 20 Desember 1945 di daerah Mauk, Tangerang. | R. Otto Iskandardinata
Pendidikan :
SK Pres: 088/TK/1973 bertanggal 6-11-1973
|
lahir 30 Mei 1899 di Ciamis, Jawa Barat. Wafat : 27 September 1971
Ayahnya bernama Raden Wiramantri, seorang Kepala Sekolah Rendah di Ciamis yang kemudian menjadi penilik sekolah (School Opziener). aktif di Indische Vereeniging, organisasi yang kemudian berubah menjadi Indonesische Vereeniging,
dan berubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia.menjadi ketua
1923-1924.Bertugas dari organisasi ke Rusia untuk mempelajari program
Front Persatuan (Eenheidsfront), yaitu bagaimana merapatkan
barisan secara internasional melawan penjajahan.Dan di Rusia sempat
menulis sebuah buku tentang petani di Indonesia, berjudul The Peasant Movement in Indonesia.
|
Prof. Mr. Iwa Kusuma Sumantri
bersekolah :
erste Klasse School (Sekolah Kelas Satu) pada 1910 di Ciamis,
Pada
1929 Iwa ditangkap dan dipenjara selama setahun, dibuang ke Banda
Neira, Maluku selama sepuluh tahun karena dianggap memiliki afiliasi
dengan Moscow dan Komintern. dipindahkan ke Makasar pada 1941. Selama di
Banda Neira, Iwa mempelajari bahasa Arab dan memperdalam ilmu agama
Islam dan menulis buku berjudul Nabi Muhammad dan Empat Khalifah.Pernah
menjadi :
|
Maskoen Soemadiredja
Ia adalah
putra dari Raden Umar Soemadiredja dan Nyi Raden Umi
Sejak
tahun 1927, sudah aktif dalam pergerakan politik untuk berjuang
mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia.karena itu ia bergabung dengan
Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Maskoen
memegang jabatan sebagai komisaris merangkap sebagai sekretaris II PNI
cabang Bandung. Ia sering melakukan propaganda dengan menyebarkan
prinsip-prinsip nasionalisme dan menggugah semangat rakyat untuk
memperjuangkan kemerdekaan.
SK Pres: 089/TK/TH 2004 bertanggal 5-11-2004 |
Lahir : Sumedang Jawa Barat, 25 Desember 1898
Wafat : Bandung, 4 Oktober 1968 (usia 69 tahun)
di makamkan di TPU SIRNARAGA
Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Gatot
Mangkoepradja dan para pemimpin PNI lainnya Karena konsep revolusi Indonesia
(24-12-1929). Dan ditangkap di Yogyakarta. (23-12-1929) bersama-sama dengan Ir. Soekarno.dibawa
ke Bandung dan dijebloskan ke Penjara Banceuy
|
Gatot Mangkoepradja
Hidup : 1896 – 1968
|
Lahir : Desa ujung Malang
(Sekarang Ujung Harapan)
Babelan Bekasi Jabar,
15 Juli 1911
Ayahnya bernama H. Anwar bin Layu, seorang
petani dan
ibunya bernama Hj. Maimunah binti Tarbin.
Belajar
1934-1940) di Mekah.
Kegiatannya
beliau yang mengerahkan massa di Lapangan Ikada Jakarta saat diadakan Rapat Raksasa tahun (19-09-1945). Dan Ketika Agresi Milter Juli 1947 beliau Bergerilya di
Jawa Barat tanpa membawa nama TNI
atau pemerintah (perintah Jend. Oerip Soemohardjo). Beliau juga yg meminta kepada rakyat Rawagede untuk membuat dan memasang
ribuan bendera kecil-kecil dari kertas minyak ditempel di pohon. sehingga Tentara
Belanda (NICA) melihat bendera-bendera tersebut terkejut karena ternyata RI masih eksis di
wilayah kekuasaannya.
|
KH. Noer Ali
Nama Panggilan : Engkong Kiai
Bergelar : SINGA KARAWANG BEKASI Atau SIBELUT PUTIH
Pernah menjadi :
Mendirikan :
|
Lahir di Teuk Jambe,
Krawang,Jawa Barat
23 Maret 1896
Wafat di Jakarta
15 Desember 1978
dimakamkan
di Cipayung, Bogor
Ayahnya mulanya memberinya nama Teuku Abdul Manaf, sedangkan ibunya memberinya nama Achmad Soebardjo
bersekolah di Hogere Burger School, Jakarta (SMA) 1917. Universitas Leiden, Belanda dan memperoleh ijazah Meester in de Rechten (saat ini setara dengan Sarjana Hukum) di bidang undang-undang pada tahun 1933.
|
Prof.MR. Achmad Subardjo
Ayahnya
bernama Teuku Muhammad Yusuf masih keturunan bangsawan Aceh dari
Pidie. Kakek Achmad Soebardjo dari pihak ayah adalah Ulee Balang dan
ulama di wilayah Lueng Putu, sedangkan Teuku Yusuf adalah pegawai
pemerintahan dengan jabatan Mantri Polisi di wilayah Teluk Jambe,
Kerawang Ibu Achmad Soebardjo bernama Wardinah Ia keturunan Jawa-Bugis,
dan merupakan anak dari Camat di Telukagung, Cirebon.
Beliau
aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui beberapa
organisasi seperti Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di
Belanda.Beliau pernah menjadi :
Dalam
bidang pendidikan, Beliau merupakan profesor dalam bidang Sejarah
Perlembagaan dan Diplomasi Republik Indonesia di Fakultas Kesusasteraan,
Universitas Indonesia.
SK Pres: 058/TK/TH 2009 betanggal 6-11-2009 |
KH. Abdul Halim
pahlawan
Indonesia yang berjuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
hingga mempertahankan dari Agresi Militer Belanda. Dalam mempertahankan
kemerdekaan Beliau berbasis di Gunung Ceremai untuk menghadapi Agresi
Militer Belanda II dengan berperang gerilya. Ia memimpin dalam
penghadangan militer Belanda di wilayah Keresidenan Cirebon.
Jabatan : Perdana Menteri masa Soekarno dan Soeharto
Anggota : rapat BPUPKI dan BPKI
|
lahir :
di Tasikmalaya, Jawa Barat,
14 Januari 1911
meninggal
di Jakarta, 7 November 1963
pada umur 52 tahun
dimakamkan
di TMP Kalibata, Jakarta |
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja
Pendidikan
HIS,ELS (tamat 1924), (HBS) di Bandung,lulus 1929.
Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung, mengambil jurusan teknik sipil dan lulus tahun 1933. Kegiatan aktif dalam organisasi non politik yaitu Paguyuban Pasundan dan anggota Muhamadiyah, pimpinan sekolah Muhamadiyah. pegawai Departemen Pekerjaan Umum propinsi Jawa Barat, Hindia Belanda sejak tahun 1939
Jabatan :
Perdana Menteri Indonesia ke-10 dari (09-04-57 s/d 09-07-59).
Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja I.
Sumbangannya
yang terbesar dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djuanda tahun 1957
yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di
antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah
NKRI atau dikenal dengan sebutan sebagai negara kepulauan dalam konvensi
hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS) .
Namanya diabadikan sebagai
nama
lapangan terbang di Surabaya, Jawa Timur yaitu Bandara Djuanda dan
nama hutan raya di Bandung yaitu Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, dalam
taman ini terdapat Museum dan Monumen Ir. H. Djuanda.
|
Selain Nama Nama Pahlawan diatas yang telah mendapat SK sebagai pahlawan Nasional Indonesia masih ada beberapa pahlawan dari Jawa Barat lainnya yang belum ditampilkan siapa mereka ? , Klick saja tulisan diatas
Langganan:
Komentar (Atom)











